Senin, 22 November 2021

Doa Yasin

Doa Yasin Bismillahir rahmaanir rahiim(i). Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alhamdulillaahi rabbil `aalamiin. Wash shalaatu was salaamu `alaa sayyidinaa Muhammadiw wa `alaa aalihii wa shahbihii ajma`iin(a). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Rahmat dan kesejahteraan semoga tetap atas junjungan kami Muhammad, atas keluarga dan sahabatnya semua. Allaahumma shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidinaa Muhammadin fil awwaliin(a). Wahai Allah berilah rahmat, kesejahteraan dan berkah atas junjungan kami Muhammad, pada orang-orang yang terdahulu. Wa shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidina Muhammadin fil aakhiriin(a). Dan berilah rahmat, kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, pada orang-orang yang terkemudian. Wa shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidina Muhammadin fin nabiyyiin(a). Berilah rahmat, kesejahteraan dan berkah atas junjungan kami Muhammad dan pada para nabi. Wa shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidina Muhammadin fin nabiyyiin(a). Berilah rahmat, kesejahteraan dan berkah atas junjungan kami Muhammad dan pada para rasul. Wa shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidina Muhammadin fi kulli waqtiw wa hiin. Berilah rahmat, kesejahteraan dan berkah atas junjungan kami Muhammad pada waktu dan ketika. Wa shalli wa sallim wa baarik `alaa sayyidina Muhammadin fil mala-il a`laa ilaa yaumid diin(i). Berilah rahmat, kesejahteraan dan berkah atas junjungan kami Muhammad pada kelompok tertinggi sampai hari pembalasan. Allaahumma yaa jaami`asy syattaati wa yaa mukhrijan nabaati wa yaa muhyil `izhaamir rafaati wa yaa mujiibad da`awaati wa yaa qaadhiyal haajaati wa yaa mufarrijal kurabaati min fauqi sab`i samaawaatiw wa yaa faatiha khazaa-inil karamaati wa yaa maalika hawaa-ijil `aalamiin(a). Wasi`a sam`ukal ashwaata wa ahaatha `ilmuka bi kulli syai" (syai-in). Wahai Dzat Yang menghimpun segala yang bercerai-berai, wahai Dzat Yang mengeluarkan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhan, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur, wahai Dzat Yang mengabulkan doa-doa, wahai Dzat Yang memenuhi / menunaikan kebutuhan-kebutuhan, wahai Dzat Yang melapangkan kesulitan-kesulitan dari atas tujuh langit, wahai Dzat Yang membuka perbendaharaan kemuliaan-kemuliaan, dan wahai Dzat Yang kebutuhan-kebutuhan seluruh alam. Luaslah pendengaran-Mu terhadap suara-suara dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Nas-alukallaahumma bi qudratika `alaa kulli syai-iw wa bistighnaa-ika `an jamii`i khalqika wa bi hamdika wa majdika an tataqabbala minnaa maa bihii da`aunaaka, wa an tu`thiyanaa maa bihii sa-alnaaka bi haqqi suurati Yaasiin wa bi haqqil ismil a`zhami wa bi haqqi qalbil Qur-aani wa bi hurmati sayyidinaa Muhammadin shallallaahu `alaihi wa sallama wa `alaa aalihii wa ashhaabihith thayyibiinath thaahiriin(a). Kami mohon kepada-Mu wahai Allah, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, dengan kemahakayaan-Mu terhadap seluruh makhluk-Mu, dengan pujian dan kemuliaan-Mu untuk Engkau terima dari kami sesuatu yang telah kami mohonkan kepada-Mu, dan Engkau berikan kepada kami sesuatu yang kami mohonkan kepada-Mu dengan hak surat Yasin, dengan hak nama Yang Maha Agung, dengan hak hati Al-Qur'an dan dengan kehormatan junjungan kami Muhammad semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atasnya, atas keluarganya, dan para sahabatnya yang baik-baik dan suci-suci. Wa shallallaahu wa sallama `alaa sayyidinaa Muhammadiw wa `alaa aalihii wa ashhaabihii wa atbaa`ihii wa anshaarihii wa azwaajihii wa dzurriyyaatihii wa qaraabatihii wa ahli baitihii ajma`iin(a). Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya, para penolongnya, para istrinya, para keturunannya, para kerabatnya dan para ahli baitnya, semuanya. Allaahumma yaa man nuuruhuu fii sirrihii wa sirruhuu fii khalqihii, ihfazhnaa min a`yunin naazhiriina wa quluubil haasidiina wal baaghiina kamaa hafazhta ruuhan fil jasadi, innaka `alaa kulli syai-in qadiir(un). Wahai Allah, wahai Dzat Yang cahaya-Nya di dalam sirr-Nya, dan sirr-Nya di dalam ciptaan-Nya, peliharalah kami dari mata para pemandang dan hati orang-orang yang dengki dan jahat sebagaimana Engkau memelihara ruh di dalam tubuh, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii`ul `aliimu wa tub `alainaa innaka antat tawwaabur rahiim(u). Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa `adzaaban naar(i). Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka. Wa shallallaahu `alaa sayyidinaa Muhammadiw wa `alaa aalihii wa shahbihii wa sallam(a). Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua. Subhaana rabbika rabbil `izzati `ammaa yashifuun(a) wa salaamun `alal mursaliin(a). Wal hamdu lillaahi rabbil `aalamiin(a). Maha Suci Tuhan, Tuhan Keperkasaan dari segala sesuatu yang mereka sifatkan. Dan semoga kesejahteraan tetap atas para utusan. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Membaca Al Fatihah bersama-sama. Aamiina yaa Allaahu, aaminaa yaa rahmaanu, aaminaa ya rahiimu, aaminaa yaa mujiibas saa-iliin(a) da`waahum fiihaa subhaanakallaahumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaam(un) wa aakhiru da`waahum anil hamdu lillaahi rabbil `aalamiin(a). Perkenankanlah wahai Allah, perkenankanlah wahai Dzat Yang Maha Pemurah, perkenankanlah wahai Dzat Yang Maha Pengasih, perkenankanlah wahai Dzat Yang memperkenankan para peminta. Doa mereka di surga adalah Maha Suci Engkau wahai Allah dan penghormatan mereka padanya adalah (ucapan) kesejahteraan. Dan akhir doa mereka adalah bahwasanya adalah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Sabtu, 13 November 2021

Rasulullah S.A.W. dan Uang 8 Dirham

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru. Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian." Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."

Seorang Anak Membangkang Perintah Ayahnya

Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni Khaitsamah. Dalam masa-masa itu panggilan seperti itu tidak terlalu mengherankan. Kaum Muslimin sudah tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah dan jihad fisabilillah. Sebab itu Khaitsamah berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak." "Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat seperti itu, kerana keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar daripada keinginanmu. Engkau telah berkepentingan untuk tinggal di rumah, maka izinkanlah aku keluar dan tinggallah engkau di sini, wahai ayahku." Khaitsamah marah dan berkata kepada anaknya, "Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku." Saad menjawab, "Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangkat berperang. Sedangkan engkau meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana engkau rela melihat aku taat padamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah." Maka Khaitsamah berkata, "Wahai anakku, apabila ada antara kita harus ada yang berangkat satu orang baik kau maupun aku, maka dahulukan aku untuk berangkat." Saad menjawab, " Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah syurga, maka aku akan mendahulukanmu." Khaitsamah tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian menunjukkan bahawa Saadlah yang harus turun ke medan perang. Dia pun turun ke medan Badar dan mati syahid. Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Tetapi Rasulullah tidak mengizinkannya. Hanya saja Rasulullah akhirnya mengizinkannya setelah Khaitsamah berkata sambil menangis, " Wahai Rasulullah, aku sekali terjun dalam perang Badar. Lantaran inginnya aku harus mengadakan undian dengan anakku. Tetapi itu dimenangkannya sehingga dia yang mendapat mati syahid. Kemarin aku bermimpi di mana di dalamnya anakku itu berkata kepadaku, "Engkau harus menemani kami di syurga, dan aku telah menerima janji Allah. Wahai Rasulullah, demi Allah aku rindu untuk menemaninya di syurga. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku." Setelah diizinkan Rasulullah, Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan berjumpa dengan anaknya di syurga.

Syaitan dan Ayat Kursi

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya. "Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan." Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru. Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?" Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya. "Bohong dia," kata Nabi : "Padahal nanti malam ia akan datang lagi." Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap. "Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi." Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi." Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mau saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun." Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya. "Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna." "Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi." Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. "Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya. "Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah. "Kalimat apakah itu?" tanya Nabi. Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari." Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?" "Entahlah." Jawab Abu Hurairah. "Itulah syaitan."

Manusia Berhadapan Dengan 6 Persimpangan

Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..." Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan." Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya.

5 Wasiat Allah SWT Kepada Rasulullah SAW

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisra'kan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya : Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia karna sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga. Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail. Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T. Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, yaitu : 1. Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya. 2. Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya. 3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya. 4. Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya. 5. Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya. 6. Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya. 7. Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."

Cara Menutupi Kekurangan Amal Perbuatan

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan : - Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin. - Bacalah Al-Qur'an - Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. - Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. - Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. - Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. - Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik. - Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. - Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. - Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain." Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya." Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?" Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."